Semarak Lomba Kemerdekaan
Semarak Lomba Kemerdekaan

Semarak Lomba Kemerdekaan

  • 16 Agustus 2025
  • By Admin

Semarak Lomba

 

KEDUNGWUNI- SABTU, 16 AGUSTUS 2025

 

Dalam rangka menyemarakkan peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia, MAN Pekalongan menggelar aneka perlombaan. Pertama, tanggal 12-16 Agustus 2025 digelar penilaian lomba kebersihan kelas. Persiapan dan penataan kelas mulai dilakukan seminggu sebelumnya. Kedua, tanggal 15 Agustus 2025 digelar lomba basket dan estafet dingklik. Ketiga, tanggal 16 Agustus 2025 digelar lomba basket, pecah air, estafet air, dan masak. 

 

Untuk lomba kebersihan, setiap kelas membersihkan dan menata kelas masing-masing. Penilaian lomba dilaksanakan mulai tanggal 10-16 Agustus 2025. Adapun kriteria penilaiannya terdiri dari 1) kebersihan kelas, meliputi kebersihan teras, kebersihan lantai, kebersihan properti (papan tulis, kolong meja, dll), penanganan sampah, serta kebersihan jendela dan dinding kelas; 2) kelengkapan kelas, meliputi bendera merah putih (wajib dipasang dengan tegak, tidak boleh disandarkan), foto presiden dan wakil presiden, lambang Garuda Pancasila, struktur kelas, jadwal piket, dan papan pengumuman; dan 3) kerapian kelas, meliputi kerapian meja dan bangku siswa, kerapian meja guru, kerapian bagian belakang dalam kelas, dan kerapian kelas secara umum. Ada tiga juri yang bertugas menilai, yakni Bapak Tohadi Saryanto, S.T., Bapak M. Ikhwan, S.Pd., dan Bapak Mudasir, S.Pd.

 

Pada hari Jumat, dipertandingkan bola basket antarkelas. Sistem pertandingan menggunakan sistem knock out/gugur (atau round robin, sesuai jumlah peserta). Setiap pertandingan terdiri dari 2 kuartar, dengan durasi pertandingan tiap kuarter 5 menit waktu kotor dan waktu istirahat antarkuartar selama 2 menit. Tidak ada time-out. Tidak ada perpanjangan waktu, skor seri akan ditentukan melalui adu free throw (1 tembakan per pemain dengan ditentukan melalui pingsut). Setiap tim terdiri dari 5 pemain inti dan maksimal 3 pemain cadangan. Pergantian pemain diperbolehkan saat bola mati dan seizin wasit. Pertandingan yang dipimpin oleh wasit Bapak Slamet Riya Akbar, S.Or. dan Bapak M. Firda Maulana, S.Pd. ini sangat menarik antusiasme siswa. Suporter antarkelas begitu semangat mendukung timnya masing-masing. 

 

Masih di hari yang sama, dipertandingkan pula lomba estafet dingklik. Setiap kelas mengirimkan satu tim yang terdiri dari 5 orang siswa (tim laki-laki atau tim perempuan). Setiap tim berbaris di garis star. Tugas peserta adalah berjalan dari garis star ke garis finis dengan cara melangkah hanya di atas dingklik secara estafet. Setiap peserta memiliki 2 dingklik, yang digunakan secara bergantian untuk maju ke depan (seperti titian). Setelah mencapai garis finis, peserta berikutnya melakukan hal yang sama hingga peserta ke-5 selesai. Peserta tidak boleh menyentuh tanah selama melakukan perjalanan dari garis star ke finis. Jika menyentuh tanah, maka dikenakan penalti waktu +5 detik untuk tiap pelanggaran. Meski nampak mudah, rupanya lomba estafet dingklik ini berhasil membuat setiap peserta kewalahan. Tantangan terbesar adalah menahan pegal dan linu di lutut. Ekspresi yang ditunjukkan peserta berhasil membuat gemas para suporter yang mendukung di tepi lapangan. 

 

Pada hari Sabtu, selain melanjutkan pertandingan bola basket, juga dipertandingkan lomba pecah air, estafet air, dan masak. Untuk lomba pecah air, setiap kelas mengirimkan 1 peserta dan 1 pemandu. Setiap peserta harus dalam keadaan mata tertutup. Masing-masing peserta akan dipandu oleh satu orang temannya dari luar arena yang memberi arahan (tidak boleh masuk arena). Di dalam arena, terdapat beberapa plastik air yang digantung di tali. Tugas peserta adalah memecahkan satu plastik air menggunakan alat pemukul yang sudah disiapkan. Peserta dilarang merangkak atau menyentuh lantai dengan tangan, hanya berjalan sesuai arahan. Peserta pertama yang berhasil memecahkan plastik air ditetapkan sebagai pemenang. 

 

Untuk Bapak/Ibu guru, dipertandingkan lomba estafet air. Setiap tim terdiri dari 3-5 orang. Anggota tim berbaris satu banjar. Tugas peserta adalah melemparkan plastik air yang disediakan di depan peserta. Peserta paling depan mengambil dan melemparkan plastik air pada peserta kedua dan seterusnya, kemudian peserta terakhir menyimpannya dalam wadah yang disediakan. Tim pertama yang berhasil mengumpulkan plastik air terbanyak maka menjadi pemenangnya. Sering kali, plastik air yang dilemparkan pecah dan membasahi kepala dan tubuh peserta. Gelak tawa riuh mewarnai perlombaan ini. 

 

Tidak kalah menarik, lomba memasak dipertandingkan mulai pukul. 09.00 WIB, berlangsung selama 300 menit. Setiap tim terdiri dari lima orang. Mereka harus membuat beragam olahan pangan berbahan dasar singkong dan ubi. Kriteria utama penilaian terdiri dari warna, rasa, aroma, tekstur, dan penampilan masakan. Cara kerja dilihat dari kekompakan kelompok. Setiap peserta hanya diperbolehkan membawa bahan dasar dan mentah. Semua proses pengolahan bahan harus dilakukan di lokasi dalam rentang waktu yang telah ditentukan. Setiap tim berusaha membuat olahan pangan terbaiknya. Mereka berhasil menyulap singkong dan ubi menjadi olahan yang menarik, seperti getuk, comro, lumpia, bolu, aneka jajanan pasar, dan sebagainya, serta minuman yang unik dan menarik. Setiap masakan diletakkan di aula lantai 2 untuk dinilai oleh para juri, yakni Bapak Tohadi Saryanto, S.T., Bapak Risqon Arifianto S.E., dan Ibu Dr. Hj. Masnunah, M.Pd.I.

 

Rangkaian perlombaan dalam rangka peringatan HUT ke-80 RI berhasil dilaksanakan dengan baik. Pemenang dari setiap cabang lomba akan diumumkan setelah upacara pada hari Minggu, 17 Agustus 2025.

-(Tim Humas)-

  • ALAMAT SEKOLAH

    Komplek Islamic Centre jalan Capgawen No. 113, Kec. Kedungwuni, Kab. Pekalongan

  • Telepon
    (0285) 4482358 (0285) 7830301